Translate

Minggu, 17 Maret 2013

PUISI BEBAS



KANTOR KU

Rawatla aku dan pakailah aku
Sebab aku adalah tempat dimana engkau bekerja
Tempat diamana engkau melayani masyarakat
Tempat dimana engkau dan aku berbagi

Aku senang, engkau buat aku besih dan terawat
Aku senang, engkau buat aku memiliki integritas
Aku senang engkau  giat dalam mengemban tugas
Dan aku senang engkau jujur, bersih, adil dan lurus

Aku selalu mendukung dalam segala niat usahamu
Aku selalu memotivasi disetiap hari engkau bekerja
Aku selalu meridukan perubahan dalam inovasi
Dan aku selalu menantikan kehadiranmu

Sejau mana engkau berkarya
Sejauh mana waktu engkau bersamaku
Sejauh mana engkau menemban tugas
Sejauh itu pula aku akan selalu dihatimu



GEJOLAK

Ketika semangatmu mulai  pudar kau tampak seperti tidak punya harapan
Motivasi di dalam dirimu hilang lenyap tak berbekas
Namun apalah daya semua ini terjadi begitu saja
Tanpa disengaja kita sudah menjadi manusia fana dan tak berarti
Getaran jiwa memendam rasa.  Gejolak, nyata tak bergeming
Wahai Sang Khalik sinarilah diri kami dengan secerca harapan
Tuk merubah segala impian menjadi nyata
Demi dunia yang sudah lelah dengan ketidak pastian
Tanpa memandang perbedaan yang ada hanyalah dari Mu
Tanpa memandang ke akuan yang ada adalah Dirimu
Ketika mindset kami sudah terarah layaknya busur
Yang siap dibidik begitu pula visi dan misi kami menjadi manusia
Yang bermanfaat demi tanah air Yang kami cintai..

By.LBM

RAMBU - RAMBU



Rambu-rambu untuk seorang Pegawai di Negeri Antah Berantah

1.      Dosa dari pikiran
Bila berpikir negatif :
          hawa nafsu, kebencian, iri hati, dendam, dengki/cemburu, prasangka buruk         
Bila berpikir positif     :
          disiplin dalam bekerja, Inovatif dan kreatif, mau kerjasama dan mencintai
          pekerjaan.

2.      Dosa dari perkataan
Bila Berkata Negatif:
                        memfitnah, menghina, berdusta, sumpah-serapah, caci-maki
Bila Berkata Positif:
                        berbicara dengan sopan, Berbicara untuk membangun / memotivasi

3.      Dosa dari perbuatan
Bila Perbuatan Negatif: 
                         menipu, berzinah dan menyeleweng, keserakahan
Bila Perbuatan positif: 
                         santun dalam perbuatan, adil dalam perbuatan, rasa memiliki

               Intinya bila kita bisa menguasai pikiran perkataan dan perbuatan dengan baik maka akan tercipta tindakan yang baik... "Cintailah pekerjaanmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu dan dengan segenap akal budimu,  dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri  dalam pelayanan terhadap masyarakat.  itulah manajemen kasih dalam bekerja. Sehingga terciptalah Mens sana in corpore sano, “Di dalam tubuh yang kuat terdapat jiwa yang sehat”. bukan “dia” yang menjadiknya sukses tetapi karena kerja kerasnya lah yang mengharuskannya “dia” sukses. Marilah kita menjadi sebab dari akibat yang diinginkan.

Catatan bagi seorang pemimpin.
Menjadi seorang pemimpin harus mampu menguasai siapa yang di pimpin, maka itu gunakanlah pendekatan situasional... dimana seorang pemimpin tidak hanya fokus terhadap hasil tetapi harus menjaga hubungan dengan bawahan dengan baik.
Bukan 1,2,3 orang dari 10 pegawai yang akan dipakai oleh seorang pemimpin akan tetapi seluruhnya karena ini adalah suatu tim dan berikanlah kesempatan kepada Bawahan beri kepercayaan agar tercipta keharmonisan dan integritas di seluruh insatansi antah berantah.

By.LBM
                     
 


Selasa, 12 Maret 2013

DESA WISATA



komponen Utama Desa Wisata Terdapat dua konsep yang utama dalam komponen desa wisata :
1. Akomodasi : sebagian dari tempat tinggal para penduduk setempat dan atau unit-unit yang berkembang atas konsep tempat tinggal penduduk.
2. Atraksi : seluruh kehidupan keseharian penduduk setempat beserta setting fisik lokasi desa yang memungkinkan berintegrasinya wisatawan sebagai partisipasi aktif seperti : kursus tari, bahasa dan lain-lain yang spesifik.

Kriteria Desa Wisata

Pada pendekatan ini diperlukan beberapa kriteria yaitu :
  1. Atraksi wisata; yaitu semua yang mencakup alam, budaya dan hasil ciptaan manusia. Atraksi yang dipilih adalah yang paling menarik dan atraktif di desa.
  2. Jarak Tempuh; adalah jarak tempuh dari kawasan wisata terutama tempat tinggal wisatawan dan juga jarak tempuh dari ibukota provinsi dan jarak dari ibukota kabupaten.
  3. Besaran Desa; menyangkut masalah-masalah jumlah rumah, jumlah penduduk, karakteristik dan luas wilayah desa. Kriteria ini berkaitan dengan daya dukung kepariwisataan pada suatu desa.
  4. Sistem Kepercayaan dan kemasyarakatan; merupakan aspek penting mengingat adanya aturan-aturan yang khusus pada komunitas sebuah desa. Perlu dipertimbangkan adalah agama yang menjadi mayoritas dan sistem kemasyarakatan yang ada.
  5. Ketersediaan infrastruktur; meliputi fasilitas dan pelayanan transportasi, fasilitas listrik, air bersih, drainase, telepon dan sebagainya.
Masing-masing kriteria digunakan untuk melihat karakteristik utama suatu desa untuk kemudian menetukan apakah suatu desa akan menjadi desa dengan tipe berhenti sejenak, tipe one day trip atau tipe tinggal inap.

Pendekatan Fisik Pengembangan Desa Wisata

Pendekatan ini merupakan solusi yang umum dalam mengembangkan sebuah desa melalui sektor pariwisata dengan menggunakan standar-standar khusus dalam mengontrol perkembangan dan menerapkan aktivitas konservasi.
  1. Mengonservasi sejumlah rumah yang memiliki nilai budaya dan arsitektur yang tinggi dan mengubah fungsi rumah tinggal menjadi sebuah museum desa untuk menghasilkan biaya untuk perawatan dari rumah tersebut. Contoh pendekatan dari tipe pengembangan model ini adalah Desa Wisata di Koanara, Flores. Desa wisata yang terletak di daerah wisata Gunung Kelimutu ini mempunyai aset wisata budaya berupa rumah-rumah tinggal yang memiliki arsitektur yang khas. Dalam rangka mengkonservasi dan mempertahankan rumah-rumah tersebut, penduduk desa menempuh cara memuseumkan rumah tinggal penduduk yang masih ditinggali. Untuk mewadahi kegiatan wisata di daerah tersebut dibangun juga sarana wisata untuk wisatawan yang akan mendaki Gunung Kelimutu dengan fasilitas berstandar resor minimum dan kegiatan budaya lain.
  2. Mengonservasi keseluruhan desa dan menyediakan lahan baru untuk menampung perkembangan penduduk desa tersebut dan sekaligus mengembangkan lahan tersebut sebagai area pariwisata dengan fasilitas-fasilitas wisata. Contoh pendekatan pengembangan desa wisata jenis ini adalah Desa Wisata Sade, di Lombok.
  3. Mengembangkan bentuk-bentuk akomodasi di dalam wilayah desa tersebut yang dioperasikan oleh penduduk desa tersebut sebagai industri skala kecil. Contoh dari bentuk pengembangan ini adalah Desa wisata Wolotopo di Flores. Aset wisata di daerah ini sangat beragam antara lain : kerajinan tenun ikat, tarian adat, rumah-rumah tradisional dan pemandangan ke arah laut. Wisata di daerah ini dikembangkan dengan membangun sebuah perkampungan skala kecil di dalam lingkungan Desa Wolotopo yang menghadap ke laut dengan atraksi-atraksi budaya yang unik. Fasilitas-fasilitas wisata ini dikelola sendiri oleh penduduk desa setempat. Fasilitas wisata berupa akomodasi bagi wisatawan, restaurant, kolam renang, peragaan tenun ikat, plaza, kebun dan dermaga perahu boat.

Prinsip dasar dari pengembangan desa wisata

  1. Pengembangan fasilitas-fasilitas wisata dalam skala kecil beserta pelayanan di dalam atau dekat dengan desa.
  2. Fasilitas-fasilitas dan pelayanan tersebut dimiliki dan dikerjakan oleh penduduk desa, salah satu bisa bekerja sama atau individu yang memiliki.
  3. Pengembangan desa wisata didasarkan pada salah satu “sifat” budaya tradisional yang lekat pada suatu desa atau “sifat” atraksi yang dekat dengan alam dengan pengembangan desa sebagai pusat pelayanan bagi wisatawan yang mengunjungi kedua atraksi tersebut.

Tipe Desa Wisata

Menurut pola, proses dan tipe pengelolanya desa atau kampung wisata di Indonesia sendiri, terbagi dalam dua bentuk yaitu tipe terstruktur dan tipe terbuka.

Tipe terstruktur (enclave)

Tipe terstruktur ditandai dengan karakter-karakter sebagai berikut :
  1. Lahan terbatas yang dilengkapi dengan infrastruktur yang spesifik untuk kawasan tersebut. Tipe ini mempunyai kelebihan dalam citra yang ditumbuhkannya sehingga mampu menembus pasar internasional.
  2. Lokasi pada umumnya terpisah dari masyarakat atau penduduk lokal, sehingga dampak negatif yang ditimbulkannya diharapkan terkontrol. Selain itu pencemaran sosial budaya yang ditimbulkan akan terdeteksi sejak dini.
  3. Lahan tidak terlalu besar dan masih dalam tingkat kemampuan perencanaan yang integratif dan terkoordinasi, sehingga diharapkan akan tampil menjadi semacam agen untuk mendapatkan dana-dana internasional sebagai unsur utama untuk “menangkap” servis-servis dari hotel-hotel berbintang lima.
Contoh dari kawasan atau perkampungan wisata jenis ini adalah kawasan Nusa Dua, Bali dan beberapa kawasan wisata di Lombok. Pedesaan tersebut diakui sebagai suatu pendekatan yang tidak saja berhasil secara nasional, melainkan juga pada tingkat internasional. Pemerintah Indonesia mengharapkan beberapa tempat di Indonesia yang tepat dapat dirancang dengan konsep yang serupa.

Tipe Terbuka (spontaneus)

Tipe ini ditandai dengan karakter-karakter yaitu tumbuh menyatunya kawasan dengan struktur kehidupan, baik ruang maupun pola dengan masyarakat lokal. Distribusi pendapatan yang didapat dari wisatawan dapat langsung dinikmati oleh penduduk lokal, akan tetapi dampak negatifnya cepat menjalar menjadi satu ke dalam penduduk lokal, sehingga sulit dikendalikan. Contoh dari tipe perkampungan wisata jenis ini adalah kawasan Prawirotaman, Yogyakarta.
 http://id.wikipedia.org/wiki/Desa_wisata

Minggu, 10 Maret 2013

PIDATO JERITAN RAKYAT JELATA

SALAM.. SAYA ADALAH RAKYAT JELATA ... DISINI SAYA MEWAKILI (RAKYAT) TEMAN-TEMAN YANG SENASIB DENGAN SAYA. SAYA ADALAH MANUSIA BIASA PADA UMUMNYA.

KAMI MENGUCAPKAN TERIMAKASIH KEPADA BAPAK IBU SEKALIAN YANG SELAMA INI MEMBERIKAN SUMBANGSIH YANG BEGITU BESAR KEPADA NEGARA YANG KITA CINTAI INI. KAMI TAHU BAHWA MEWUJUDKAN INI SEMUA TIDAKLAH MUDAH MEMBUTUHKAN PERJUANGAN,  DAN CINTA DARI BAPAK IBU TELAH MEMBERIKAN SECERCA HARAPAN BAGI KAMI.

KAMI MENGINGINKAN MASA DEPAN YANG LEBIH BAIK  KARENA KEHILANGAN MASA DEPAN TIDAK LAH SAMA SEPERTI KALAH DALAM BERPOLITIK ATAU RUGI DALAM BERDAGANG, SAYA MEMBERANIKAN DIRI UNTUK BERBICARA DEMI DAN UNTUK GENERASI YANG AKAN DATANG. 

MASIH BANYAK TEMAN KAMI YANG TIDAK MENDAPATKAN PEKERJAAN KARNA FAKTOR EKONOMI SEHINGGA KAMI TIDAK BISA MENGENYAM PENDIDIKAN YANG LEBIH BAIK, TERKADANG SAYA SEDIH KARENA BETAPA BESAR HARAPAN MEREKA UNTUK MEMPEROLEH PEKERJAAN DAN MASA DEPAN YANG LEBIH BAIK. DAN ADA LAGI TEMAN KAMI YANG MEMBANTING TULANG DIBAWAH TERIK SINAR MATAHARI UNTUK BEKERJA DEMI SESUAP NASI DAN MENCUKUPI KEBUTUHAN KELUARGANYA. 

DIDALAM HIDUP KAMI, KAMI MEMPUNYAI MIMPI DIMANA KAMI BISA HIDUP YANG LAYAK DAN ANAK ANAK KAMI BISA BERSEKOLAH UNTUK MENIMBA ILMU. APAKAH BAPAK IBU MEMPUNYAI MIMPI ATAU PERASAAN YANG SAMA KETIKA BAPAK IBU SEKALIAN SEPERTI KAMI SEBAGAI RAKYAT YANG TIDAK MAMPU? SEMUA INI TERJADI DIHADAPAN KITA. KAMI HANYA LAH RAKYAT JELATA DAN TIDAK TAHU BAGAI MANA CARANYA.

JIKA BAPAK IBU BERTANYA KEPADA SAYA, APA YANG AKAN KAMU LAKUKAN JIKA KELAH KAMU SUKSES? MAKA SAYA AKAN MENJAWAB, SAYA AKAN BERUSAHA SEMAMPU SAYA UNTUK MEMBATU ORANG ORANG YANG TIDAK MAMPU UNTUK MEMBERIKAN PEKERJAAN DAN CINTA SERTA KASIH SAYANG TANPA SYARAT. 

BILA KAMI RAKYAT JELATA BERPIKIR DEMIKIAN MENGAPA KITA YANG SUDAH MEMILIKI SEGALANYA MEMENTINGKAN DIRI SENDIRI?

KAMI ADALAH RAKYAT JELATA NAMUN KAMI TAHU BAHWA ... JIKA SEMUA ORANG MAU MENYISIHKAN UANGNYA UNTUK DIPAKAI MEMBATU MEREKA YANG TIDAK MAMPU.. BETA INDAH JADINYA DUNIA INI. JIKA  BAPAK IBU DIRUMAH MENGAJARKAN ANAK ANAK UNTUK BERBUAT BAIK DAN MEMBATU ORANG LAIN YANG LEBIH MEMBUTUHKAN, MENGAPA BAPAK IBU MALAH TIDAK BERBUAT DEMIKIAN?

JANGAN LUPA BAPAK IBU MEMPUNYAI VISI DAN MISI KEDEPAN DALAM HIDUP INI DAN BAPAK IBU MEMUTUSKAN, DUNIA SEPERTI APA YANG AKAN KAMI PEROLEH, BAPAK IBU SEHARUS NYA MEMBERI KENYAMANAN DAN KEPASTIAN BAGI KAMI.. PERBUATAN AKAN SELALU DIKENANG DAN BUKAN  KATA KATA. MAKA COBA LAH WUJUDKAN IMPIAN KAMI....

By. Agus

Kamis, 07 Maret 2013

Info E-KTP

Pembagian E-KTP Kecamatan Labuhan Maringgai

Labuhan Maringgai, Tanggal 13 Februari 2013.. Bersamaan dengan acara Musrenbang Kecamatan Labuhan Maringgai di adakan pembagian E-KTP secara simbolis Oleh Bapak Bupati Lampung Timur Erwin Arifin, S.H.,MH.



Info : Jumlah Wajib KTP = 58.740 
  • Tanggal Penerimaan Pengiriman Pertama : 14 Januari 2013, Jumlah E-KTP = 8147
  • dengan rincian Desa Karang Anyar, Jumlah E-KTP = 1960, Desa Karya Makmur = 706, Muara Gading Mas = 2933, Bandar Negri = 1064, Sukorahayu = 581, Labuhan Maringgai = 3
  •  Tanggal Penerimaan Pengiriman Kedua : 06 Februari 2013, Jumlah E-KTP = 20.982
  • Total E-KTP yang sudah diterima = 29.129


MUSRENBANG KECAMATAN LABUHAN MARINGGAI TAHUN 2013

Labuhan Maringgai, Rabu 13 Februari 2013 Kecamatan Labuhan Maringgai melaksanakan Musyawarah Rencana Pembangunan (MUSRENBANG) Tahun 2013. Pada MUSRENBANG Tingkat Kecamatan Labuhan Maringgai dihadiri langsung oleh Bupati Lampung Timur Erwin Arifin, S.H.,M.H dan Anggota  DPRD Kabupaten Lampung Timur. selain itu dalam MUSRENBANG dihadiri juga oleh Sekda Kabupaten Lampung Timur, Kepala Dinas,Kepala Badan, Kepala Kantor Kabupaten Lampung Timur dan para peserta MUSRENBANG dari Uspika Kecamatan, Dinas Instansi, Kepala Desa, Sekretaris, Ketua BPD, Ketua LPMD, Ketua TP PKK Desa, Kepala Sekolah, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat dan Tokoh Pemuda Se-Kecamatan Labuhan Maringgai.
Pada MUSRENBANG Kecamatan Labuhan Maringgai Bapak Camat Mucholis, SE Memberikan Sambutan bahwa di Prioritas Utama Di Kecamatan Labuhan Maringgai di tahun 2013 adalah Perbaikan Sarana dan Prasarana Jalan Utama Kecamatan Labuhan Maringgai Disamping itu juga Bapak Camat menambahkan Tujuan Musrenbang ini diharapkan dapat menampung dan menetapkan kegiatan perioritas sesuai dengan kebutuhan masyarakat kecamatan labuhan maringgai.



Kata musrenbang merupakan singkatan dari Musyawaran Perencanaan Pembangunan. yang menggambarkan bagaimana warga saling berdiskusi memecahkan masalah konflik dan juga problem di masyarakat. Musrenbang, oleh karena itu, identik dengan diksusi di masyarakat / kelurahan tentang kebutuhan pembangunan daerah. Musrenbang merupakan agenda tahunan di mana warga saling bertemu mendiskusikan masalah yang mereka hadapi dan memutuskan prioritas pembangunan jangka pendek. Ketika prioritas telah tersusun, kemudian di usulkan kepada pemerintah di level yang lebih tinggi, dan melalui badan perencanaan (BAPPEDA) usulan masyarakat dikategorisasikan berdasar urusan dan alokasi anggaran.

Masyarakat di tingkat lokal dan pemerintah punya tanggung jawab yang sama berat dalam membangun wilayahnya. Masyarakat seharusnya berpartisipasi karena ini merupakan kesempatan untuk secara bersama menentukan masa depan wilayah. Masyarakat juga harus memastikan pembangunan yang dilakukan pemerintah sesuai dengan kebutuhan.